KOMPAS.TV - Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Asfinawati, melihat pernyataan tersebut sebagai ekspresi yang harus dibaca dalam konteks relasi kuasa dan frustrasi publik.
Menurutnya, masyarakat sering kali kesulitan mengakses mekanisme konstitusional, sehingga suara kritis menjadi satu-satunya saluran yang tersedia.
"Jangan lupa ada relasi kuasa. Kalau orang kecil melanggar hukum, maka dengan mudah dia diseret ke pengadilan," kata Asfinawati dalam program ROSI, Kamis (16/4/2026).
Di sisi lain, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan menilai pernyataan tokoh publik seperti Saiful Mujani memiliki dampak besar dan berpotensi memicu instabilitas, terutama di era media sosial yang mempercepat penyebaran informasi.
Baca Juga Kasus Saiful Mujani, Tenaga Ahli KSP: Istana Terbuka untuk Dialog | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/663476/kasus-saiful-mujani-tenaga-ahli-ksp-istana-terbuka-untuk-dialog-rosi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/663477/saiful-mujani-serukan-gulingkan-prabowo-penghasutan-atau-makar-ini-kata-tenaga-ahli-ksp-rosi