JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendiri Lembaga Riset SMRC, Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi dilaporkan ke Bareskrim terkait dugaan penghasutan dan makar.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia Nababan, menyatakan bahwa kedua opsi, baik jalur hukum maupun dialog, sama-sama terbuka.
Ulta bahkan membuka kemungkinan adanya dialog langsung dengan Presiden untuk memperjelas maksud pernyataan tersebut.
“Bahkan kalau misalnya nanti Prof. Mujani-nya berkenan, nanti Pak Presiden mungkin ingin mendengar menurut beliau itu,” katanya.
Ia juga menilai, tidak tepat jika pola penanganan saat ini langsung disamakan dengan praktik di masa lalu.
Sementara itu, akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Asfinawati, mengingatkan risiko jika kasus ini dilanjutkan ke ranah pidana. Ia menilai, kritik seharusnya dipahami terlebih dahulu, bukan langsung diproses hukum.
“Kalau ini dilanjutkan oleh polisi, menurut saya ini sinyal demokrasi kita terancam,” ungkapnya.
Asfinawati juga menyoroti praktik penanganan demonstrasi yang dinilai masih berlanjut.
Menurutnya, penangkapan sewenang-wenang kepada demonstran yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi itu dilanjutkan oleh pemerintahan Prabowo.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/uPAoXoLI5gw
#prabowo #kritik #saifulmujani
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/663471/saiful-mujani-sebut-jatuhkan-prabowo-ksp-buka-dialog-rosi