MAKASSAR, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan Kota Makassar kembali menemukan puluhan kasus suspek campak di wilayahnya. Penambahan ini memperkuat kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) campak di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Per 14 April 2026, tercatat ada 88 kasus baru suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Makassar. Dengan penambahan tersebut, total kumulatif kasus suspek campak kini mencapai 275 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Makassar, Andi Mariani, menjelaskan bahwa seluruh kasus sebelumnya yang berjumlah 187 telah dilaporkan sembuh. Sementara itu, 88 kasus terbaru masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Totalnya sekarang menjadi 275 kasus secara akumulatif. Untuk 187 kasus sebelumnya semuanya sudah sembuh, sedangkan 88 kasus terbaru masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar Andi Mariani.
Ia menambahkan, petugas kesehatan telah mengambil sampel darah dari seluruh kasus suspek untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.
Menurutnya, proses pemeriksaan kini dapat dilakukan lebih cepat karena fasilitas uji laboratorium sudah tersedia di Makassar. Hal ini diharapkan mempercepat penanganan dan penetapan status kasus, sekaligus menjadi dasar langkah lanjutan dalam pengendalian penyebaran penyakit.
Dinas Kesehatan Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala campak, seperti demam, ruam kulit, dan batuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut. Upaya pencegahan melalui imunisasi juga terus digencarkan untuk menekan potensi penyebaran lebih luas.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/663385/dinkes-makassar-kembali-temukan-88-suspek-campak