:

Iran Bongkar Titik Lemah AS, China Kepincut "Copy Paste" Taktik Teheran di Selat Hormuz

21 jam lalu

Bagi China, konflik antara Iran dan Amerika Serikat bukan sekadar ketegangan regional, melainkan "laboratorium" berharga untuk memetakan titik lemah Washington.

Iran telah membuktikan bahwa dominasi militer AS di atas kertas bisa dilumpuhkan melalui penguasaan titik sempit strategis seperti Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga energi dan tekanan politik domestik bagi Gedung Putih.

China mempelajari dengan cermat bagaimana strategi asimetris ini berhasil memaksa AS mundur dari ultimatum perangnya, sebuah pelajaran krusial yang akan diterapkan Beijing jika pecah konflik di Selat Taiwan, di mana kekuatan militer China jauh lebih masif dibandingkan Teheran.

Selain strategi makro, China memanfaatkan medan perang Iran untuk menguji teknologi senjatanya, mulai dari radar anti-siluman hingga sistem navigasi Beidou, guna menghadapi alutsista terbaik Barat seperti jet F-35.

Data lapangan menunjukkan bahwa penggunaan drone murah milik Iran mampu menghancurkan sistem pertahanan miliaran dolar AS, memperkuat doktrin baru China yaitu "perang penghancuran sistem" yang berfokus melumpuhkan jaringan komunikasi dan komando lawan. Dengan mempelajari Iran di garis depan, China berhasil menyempurnakan taktik tempur dan rekayasa balik teknologinya tanpa harus melepaskan satu pun tembakan langsung.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty

Music: Sacrifices - Anno Domini Beats

#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #Perang #IranvsAmerika

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke