Pentagon dikabarkan tertarik melibatkan produsen mobil Amerika Serikat (AS) agar menggunakan kapasitas pabriknya untuk meningkatkan produksi amunisi dan persenjataan.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persediaan persenjataan AS yang terkuras akibat perang di Ukraina dan Iran.
Dilansir dari Wall Street Journal, Rabu (15/4/2026), menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, para pejabat senior pertahanan AS telah mengadakan pembicaraan tentang produksi senjata dan perlengkapan militer dengan para eksekutif beberapa perusahaan, termasuk Mary Barra dari General Motors dan Jim Farley dari Ford Motor.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Muhammad Zaenuddin Narator: Tantri Febrina Maharani Penulis naskah: Tantri Febrina Maharani Video editor: Dina Rahmawati Produser: Farid Firdaus