WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan membuka Selat Hormuz secara permanen usai melakukan upaya blokade selama dua hari.
Trump mengumumkan hal tersebut melalui kanal media sosial Truth Social miliknya, pada Rabu (15/4/2026).
Ia mengatakan pembukaan blokade dilakukan untuk China dan dunia.
“Tiongkok sangat senang bahwa saya akan membuka (blokade) Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” ujar Trump.
Trump pun berkelakar bahwa keputusannya itu akan mendapatkan pelukan dari Presiden China Xi Jinping.
“Presiden Xi akan memberi saya pelukan,” tambahnya.