JAKARTA, KOMPAS.TV - Dubes RI untuk Rusia 2008-2011, Prof. Hamid Awaluddin, menilai langkah Presiden ke Rusia sebagai keputusan strategis demi kepentingan nasional.
Ia menegaskan, energi menjadi kebutuhan krusial di tengah ancaman krisis global.
Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada satu sumber energi.
“Jadi saya salut bahwa Presiden mengambil langkah konkret mengantisipasi dan menyiapkan banyak sumber. Yang kedua secara politik juga bagus. Supaya tidak dipersepsikan bahwa memang Indonesia ini kiblatnya Amerika melulu,” katanya.
Dari sisi legislatif, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Ramson Siagian, menyebut kebijakan Presiden sudah tepat secara strategi energi.
Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Fithra Faisal Hastiadi, menjelaskan bahwa langkah Presiden merupakan bagian dari strategi jangka panjang menghadapi situasi global yang tidak menentu.
Menurut Fithra, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif sejak jauh hari, termasuk penguatan ketahanan energi.
Kunjungan ke Rusia disebut bukan yang pertama, melainkan bagian dari kerja sama yang telah berlangsung di berbagai sektor, termasuk energi. Meski demikian, kondisi cadangan energi Indonesia disebut masih relatif aman.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PuC9wc3XsJI
#prabowo #rusia #bbm
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/663206/strategi-amankan-cadangan-energi-di-tengah-perang-mengapa-prabowo-pilih-rusia-bukan-amerika