KOMPAS.TV - Di tengah gempuran perang dan deru ledakan yang tak kunjung usai di Lebanon, tangis kecil dari sepasang bayi kembar ini sedikit memberikan kedamaian.
Tangis itu datang dari Mahdi dan Hammoudi, bayi kembar yang lahir dari seorang ibu bernama Ghada, yang terpaksa melahirkan di tengah pengungsian di Sidon.
Kehadiran keduanya menjadi pelipur lara di tengah kecemasan akan konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Serangan udara Israel telah menghancurkan rumah Ghada, memaksanya menghadapi persalinan tanpa persiapan. Kedua bayinya bahkan lahir secara prematur dan sempat mengalami kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
Meski lahir di tengah konflik dan keterbatasan fasilitas, Ghada tetap berusaha tegar demi kedua buah hatinya. Di tengah situasi perang yang belum mereda, kehadiran bayi kembar ini menjadi simbol harapan di tengah ketidakpastian.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Makin Tegang! AS-Iran Berebut Selat Hormuz, Negara-Negara Eropa Kecam Langkah Amerika di https://www.kompas.tv/internasional/663172/makin-tegang-as-iran-berebut-selat-hormuz-negara-negara-eropa-kecam-langkah-amerika
#perang #bayikembar #lebanon #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/663174/lahir-di-tengah-perang-bayi-kembar-ini-jadi-pelipur-lara-dan-harapan-di-lebanon-berut