Situasi di Selat Hormuz terpantau lengang pada hari kedua pemberlakuan blokade maritim Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Selasa (14/4/2026).
Rekaman video dari pesisir Iran menunjukkan deretan kapal tanker minyak yang terpaksa berlabuh statis, memicu guncangan hebat pada pasar energi global mengingat 20 persen pasokan minyak dan gas bumi dunia bergantung pada jalur sempit ini.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim blokade tersebut adalah respons langsung atas kebijakan tarif tol Iran yang ia sebut sebagai tindakan "pemerasan". Namun, di lapangan, Komando Pusat AS (CENTCOM) seolah meralat intensitas ancaman tersebut dengan menegaskan bahwa operasi ini bersifat selektif.
CENTCOM menyatakan blokade hanya berlaku bagi kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, bukan untuk transit umum menuju destinasi internasional lainnya. Meski Trump sempat mengancam akan "menghancurkan seketika" kapal perang Iran yang mendekat, pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap bergeming dan mengeklaim Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh mereka.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: Fox News via AFPTV, VIORY
#global #perang ##kompascomlab #China #DonaldTrump #PerangASIran #SelatHormuz
Music: Cavalry - Aakash Gandhi