KOMPAS.TV - Jelang penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat bebas titipan dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Targetnya, 30 ribu siswa dari keluarga tidak mampu bisa diakomodasi.
Hal ini disampaikan Mensos usai menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional (PB INKANAS) di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Dalam hal seleksi siswa, Mensos menegaskan tidak ada mekanisme pendaftaran terbuka. Proses dilakukan melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan prioritas keluarga pada desil satu dan dua atau kategori paling tidak mampu.
Mensos menyampaikan sesuai arahan Presiden, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak boleh ada titipan, suap, atau praktik KKN. Saat ini Sekolah Rakyat rintisan telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia dengan total hampir 16 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA. Sebanyak 104 gedung permanen yang ditargetkan bisa menampung lebih dari 1.000 siswa per lokasi juga sudah dibangun.
#sekolahrakyat #kkn #depok
Baca Juga Wakil Menteri Haji dan Umrah soal Wacana War Tiket Haji Terkait Visi Arab Saudi 2030 | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/663106/wakil-menteri-haji-dan-umrah-soal-wacana-war-tiket-haji-terkait-visi-arab-saudi-2030-jmp
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/663108/sekolah-rakyat-dibuka-mensos-pastikan-bebas-titipan-dan-praktik-kkn-jmp