Donald Trump kembali membela serangan terhadap Iran dengan alasan ancaman nuklir. Ia menyebut Iran berpotensi memiliki senjata nuklir jika serangan tidak dilakukan.
Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dan menjadi dasar pembenaran kebijakan militer Amerika Serikat.
Namun, temuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan intelijen Amerika Serikat menunjukkan tidak adanya bukti Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Data juga mengungkap bahwa program pengayaan nuklir Iran telah dihentikan sejak operasi militer sebelumnya.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan terkait dasar kebijakan yang diambil.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi Narator: Novyana Nurmita Dewi Video Editor: Novyana Nurmita Dewi Produser: Novyana Nurmita Dewi