KOMPAS.TV - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan negaranya akan “terus menjauh” dari perang Iran karena dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional Inggris.
Inggris menyebut saat ini sedang bekerja sama dengan mitra untuk memulihkan kebebasan navigasi di Timur Tengah.
Komentar Starmer muncul ketika militer Amerika Serikat mengumumkan telah memulai blokade semua pelabuhan dan daerah pesisir Iran pada Senin kemarin.
Langkah ini membuka jalan bagi konfrontasi karena Iran telah merespons dengan ancaman terhadap pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Eropa lemah dan kehilangan kendali.
Pernyataan ini dikeluarkan Netanyahu di tengah meningkatnya kritik Eropa terhadap kebijakan Israel di wilayah Tepi Barat dan Lebanon.
Netanyahu menyebut pihaknya berperang untuk kebaikan. Ia juga kembali menegaskan janjinya untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Netanyahu Pastikan Pertempuran dengan Hizbullah Berlanjut Meski Gencatan Senjata | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/662930/netanyahu-pastikan-pertempuran-dengan-hizbullah-berlanjut-meski-gencatan-senjata-berut
#netanyahu #inggris #timurtengah #perang #israel
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/662932/pm-inggris-jaga-jarak-dari-perang-timur-tengah-netanyahu-sebut-eropa-lemah-berut