Keterbatasan dana operasional tak menjadi penghalang bagi Ketua RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori, untuk menghadirkan sistem keamanan berbasis teknologi di lingkungan gang sempit.
Keresahan warga terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi titik awal lahirnya inovasi.
"Dari banyaknya aksi curanmor, itu membuat kegelisahan masyarakat. Akhirnya setiap bulan warga saya kumpulkan untuk mengakomodir aspirasinya" ujar Imam di Gandaria Utara, Selasa (14/4/2026).
Ia lalu menggagas penggunaan gerbang berbasis digital dengan kartu akses. Gerbang digital tersebut kini menjadi pintu utama keluar-masuk lingkungan.
Warga yang terdaftar diberikan kartu akses, sementara aktivitas keluar masuk menjadi lebih terkontrol, terutama pada malam hari.
Program keamanan dikembangkan dengan pemasangan GPS pada kendaraan warga sebagai langkah preventif lanjutan. Setiap kepala keluarga ditargetkan mendapatkan satu alat pelacak untuk sepeda motor mereka.
Pihak RT mengalokasikan dana sekitar Rp 350.000-Rp 400.000 per unit GPS. Uangnya bersumber dari dana operasional RT dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 2,5 juta per bulan.
Sementara pembangunan fisik seperti gerbang dilakukan secara swadaya, bahkan menggunakan dana pribadi.
"Kalau pembangunan lain, kita pakai uang pribadi dan gotong royong warga. Kita bikin sendiri, ngelas sendiri, jadi biayanya tidak membengkak," jelas dia.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Nursita Sari
#Humaniora #KisahInspiratif #ProfilTokoh #RTInspiratif #Gandaria #vjlab