KOMPAS.TV - Militer AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan Teheran untuk menyetujui pembukaan Selat Hormuz dan menerima syarat AS dalam perundingan damai.
Presiden Amerika, Donald Trump, juga tidak ingin Iran memperoleh biaya dari kapal yang melalui Selat Hormuz.
Terbaru Trump menyatakan, jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan pada akhir masa gencatan senjata yang ditetapkan selama 2 pekan, maka hal tak menyenangkan akan terjadi.
Sementara itu, sebelum blokade AS di Selat Hormuz, Iran telah menyatakan kesiapan atas segala skenario, termasuk militer.
Double blokade Amerika dan Iran di Selat Hormuz menyebabkan eskalasi meningkat, lalu bagaimana kekuatan AS dan Iran jika terjadi perang di perairan ini?
Kita bahas bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut 2014-2018, Laksamana Purnawirawan Ade Supandi dan Anton Aliabbas, Pengamat Militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement, CIDE.
Baca Juga Klaim Dihubungi Iran, Trump Buka Kemungkinan Negosiasi Putaran Kedua | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/662902/klaim-dihubungi-iran-trump-buka-kemungkinan-negosiasi-putaran-kedua-sapa-malam
#trump #iran #selathormuz #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/662910/ksal-2014-2018-dan-pengamat-soal-double-blokade-as-iran-di-selat-hormuz-potensi-perang-laut