Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai potensi kembalinya wabah pes di Indonesia.
Peneliti BRIN Ristiyanto menjelaskan meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus pada manusia, Ristiyanto menilai fenomena silent period.
Fenomena silent period, yaitu kondisi ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, akan tetapi masih memiliki potensi untuk kembali muncul.
Pes, penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis, ditularkan melalui gigitan kutu tikus (Xenopsylla cheopis), diduga masih berada dalam fase tersebut.
Hal ini diperkuat dengan temuan adanya bakteri penyebab penyakit, serta vektor dan reservoir seperti pinjal dan tikus yang masih ditemukan di sejumlah wilayah enzootik di Indonesia.