Amerika Serikat bisa jadi bertarung sendirian melawan Iran di Selat Hormuz. Keputusan Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz tidak mendapat dukungan sekutu NATO. Perancis dan Inggris menyatakan punya cara sendiri untuk membuka Selat Hormuz daripada menaruh militernya di garis pertempuran.
Keputusan Donald Trump untuk bertindak sepihak sejak awal perang tanpa konsultasi telah menciptakan jurang pemisah yang dalam antara Gedung Putih dengan para mitra tradisionalnya di Eropa.
Meskipun Washington terus menyuarakan narasi kemenangan, realitas di lapangan justru menunjukkan kalau pasukan Paman Sam semakin terisolasi secara strategis. AS seolah sedang diuji, sejauh mana ia sanggup bertahan di bawah tekanan Iran jika harus berjuang seorang diri di medan tempur.
Lantas, mengapa ultimatum Trump diabaikan oleh negara-negara NATO? Apakah Washington benar-benar sanggup mengendalikan Selat Hormuz tanpa dukungan armada internasional?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #DonaldTrump #PerangASIran #NATO
Music: Cavalry - Aakash Gandhi
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/10/133731370/trump-beri-nato-kesempatan-terakhir-untuk-kirim-kapal-perang-ke-selat