KOMPAS.TV - Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat, total korban keracunan MBG hingga April 2026 telah mencapai 33.626 orang.
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti, menilai persoalan utama terletak pada pengawasan.
Menurutnya, sistem distribusi yang terpusat membuat dampak keracunan bisa meluas.
Ia juga menyoroti potensi masalah dari bahan makanan yang digunakan. Retno menegaskan, lemahnya monitoring menjadi celah utama dalam implementasi program.
Ia menyayangkan masih adanya kejadian di wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan.
Selain pengawasan, Retno juga menyoroti penggunaan anggaran program MBG.
Menurutnya, fasilitas yang diterima pengelola SPPG dinilai berlebih. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kesejahteraan guru honorer yang masih rendah.
Retno pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh, termasuk pemetaan penerima manfaat.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/SLuZnuNfxPo
#mbg #dadanhindayana #motorlistrik
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/662826/anggaran-mbg-dipertanyakan-fsgi-guru-dibayar-minim-sppg-justru-dapat-fasilitas-berlebih-dipo