KOMPAS.TV - Penasihat media Presiden Iran mengungkap kesempatan belum hilang, meski perundingan AS dan Iran di Pakistan Sabtu (11/4/2026) lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Iran menyatakan kedua negara telah menyampaikan tuntutan dan setidaknya mencapai pemahaman tentang posisi masing-masing.
Penasihat Presiden Iran tersebut menyarankan agar Tiongkok dan Rusia ikut berperan jadi mediator dalam negosiasi tahap selanjutnya.
Tahap itu akan menjadi sangat penting karena baik AS dan Iran akan mengevaluasi tanggapan satu sama lain.
Di sisi lain, Donald Trump melalui akun pribadinya di media sosial Truth Social mengklaim Iran berjanji untuk membuka Selat Hormuz dan gagal melakukannya.
Trump menyebut sikap Iran itu memicu kekacauan dan penderitaan banyak orang di berbagai negara.
Ia pun bilang ada kerusakan permanen pada reputasi dan sisa pemimpin Iran.
Baca Juga Ketua Parlemen Iran Tegaskan Ancaman Trump Tak Berpengaruh ke Rakyat di https://www.kompas.tv/internasional/662689/ketua-parlemen-iran-tegaskan-ancaman-trump-tak-berpengaruh-ke-rakyat
#selathormuz #as #negosiasi #trump #china #rusia
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/662694/iran-usul-china-rusia-jadi-mediator-di-perundingan-selanjutnya-trump-justru-tuduh-ingkar-janji