Amerika Serikat (AS) bisa dibilang apes setelah upaya diplomasi untuk menundukkan Iran kembali menemui jalan buntu dalam perundingan maraton di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). Kegagalan ini mempertegas bahwa strategi Washington, baik di medan tempur maupun meja negosiasi, selalu membentur tembok keteguhan kedaulatan Teheran.
Perundingan selama 21 jam tersebut berakhir dengan kebuntuan total. Para analis menilai kegagalan Presiden Donald Trump bahkan sudah terjadi sebelum negosiasi dimulai. Pemilihan sosok negosiator yang dianggap tidak kompeten serta kurang berpengalaman dalam isu nuklir dan geopolitik Timur Tengah menjadi faktor kunci mengapa AS gagal mendikte persyaratan kepada delegasi Iran.
Sementara dari segi perang, tidak ada satupun tujuan yang dicapai AS. Pemerintahan Iran tetap berjalan, intelijen dan pejabat AS menyebut uranium nuklir dan rudal dapat dipulihkan dengan cepat. AS dan Israel seakan hanya menyerang tanpa tujuan, dan ujungnya adalah kekalahan strategis.
Teheran justru menunjukkan gaya diplomasi kelas dunia yang solid, sementara Washington dinilai terjebak dalam ego kekuasaan tanpa memahami realitas di lapangan. Gagalnya kesepakatan ini pun langsung memicu eskalasi baru yang jauh lebih berbahaya bagi stabilitas global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh, Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #PerangIranAS #PerundinganPakistan #DonaldTrump
Music: Mission - Anno Domini Beats
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/12/140731470/as-iran-gagal-capai-kesepakatan-apakah-perang-akan-pecah-lagi?page=all