Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Vatikan memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangan verbal tajam terhadap Paus Leo XIV, Minggu (12/4/2026).
Ketegangan ini dipicu oleh teguran moral pemimpin Gereja Katolik tersebut yang menyentil adanya "khayalan kemahakuasaan" di balik agresi militer AS dan Israel di Iran.
"Di sinilah kita menemukan benteng pertahanan melawan ilusi kehebatan yang mengelilingi kita dan semakin tidak terduga serta agresif," ungkap Paus Leo saat misa pada Minggu (12/4/2026).
Trump, yang baru saja mendarat di Washington usai kunjungan dari Florida, secara terang-terangan mengaku bukan penggemar Paus kelahiran AS tersebut. Trump melabeli Paus Leo sebagai sosok yang "sangat liberal". Ia bahkan menuding Paus bersikap lemah dalam penegakan hukum dan memiliki pandangan buruk terhadap kebijakan luar negeri karena dianggap membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir.
"Kami tidak suka Paus (Leo XIV) yang mengatakan bahwa memiliki senjata nuklir itu boleh-boleh saja, kami tidak ingin Paus yang mengatakan bahwa kejahatan di kota-kota kami itu boleh-boleh saja. Saya tidak suka itu," kesal Trump menanggapi Paus Leo.
Dalam perjalanan menuju Aljazair, Paus Leo sempat menanggapi ucapan Trump dengan menyebut dirinya tidak takut akan ancaman AS, dan tetap menyuarakan perdamaian.
"Dan saya akan terus menyuarakan dengan keras penolakan terhadap perang, berupaya mengkampanyekan perdamaian, mengutamakan dialog dan hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil untuk berbagai masalah," tegas Paus Leo
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #Trump #DonaldTrump #PausLeo #Vatikan #TrumpSerangPausLeo #UpdatePerangIran #KonflikTimurTengah
Music: Mission - Anno Domini Beats