KOMPAS.TV - Iran dan Amerika Serikat kembali gagal mencapai kesepakatan saat negosiasi di Islamabad, Pakistan.
Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden James David Vance menyatakan tak ada komitmen Iran untuk menghentikan pengembangan program nuklir secara permanen.
J.D. Vance mengatakan, poin tentang nuklir menjadi red line atau batas kritis kesepakatan yang diminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan ada perbedaan pendapat antara Iran dan Amerika Serikat mengenai beberapa isu krusial.
Namun, Baghaei tidak merinci sejumlah isu tersebut.
Ia juga menyebut Selat Hormuz yang menjadi topik baru dalam pertemuan itu membuat pembicaraan antara kedua negara semakin rumit.
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Sabtu lalu, disebut sebagai pertemuan tingkat tertinggi paling bersejarah antara kedua negara sejak Revolusi Iran 1979.
Perundingan itu fokus membahas isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, blokade Selat Hormuz, harapan perang berakhir, serta penyelesaian konflik di kawasan.
Pakistan menyerukan Iran dan Amerika Serikat agar menjaga gencatan senjata setelah perundingan usai tanpa kesepakatan.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, mengatakan negaranya akan mencoba memfasilitasi dialog baru antara kedua negara dalam beberapa hari mendatang.
Sebelumnya, perwakilan Amerika Serikat dan Iran sudah berkali-kali bertemu di meja negosiasi, salah satunya saat perundingan di Jenewa pada April lalu.
Kini, tanpa adanya kesepakatan, gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April lalu semakin tidak pasti.
Akankah kedua pihak tetap menahan diri dan terus merajut diplomasi, atau melanjutkan perang?
Akankah perang berlanjut setelah gencatan senjata?
Kita bahas bersama praktisi hubungan internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, dan pengamat militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Pengamat Timteng Zulfan Lindan soal Upaya RI Loloskan Kapal Pertamina yang Tertahan di Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/662496/pengamat-timteng-zulfan-lindan-soal-upaya-ri-loloskan-kapal-pertamina-yang-tertahan-di-hormuz
#perang #iran #as #israel #gencatansenjata
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/662497/full-pakar-hi-pakar-intelijen-cide-soal-as-iran-gagal-negosiasi-perang-berlanjut