KOMPAS.TV - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan setelah melakukan negosiasi selama 21 jam di Islamabad.
Vance menyebut kegagalan negosiasi ini sebagai kabar buruk yang jauh lebih besar bagi Iran dibandingkan Amerika Serikat.
Vance menjelaskan Iran memilih untuk tidak menerima syarat yang diajukan Amerika.
Salah satu syarat yang diajukan Amerika adalah soal senjata nuklir.
Vance menyatakan, dalam perundingan 21 jam yang dimediasi Pakistan tersebut, Iran tidak berkomitmen untuk meninggalkan program senjata nuklirnya.
Usai memberikan tawaran terakhir ke Iran, Vance langsung meninggalkan Islamabad.
Saat perundingan AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terlihat menghadiri acara pertarungan seni bela diri campuran UFC di Miami.
Trump sempat menyapa Presiden UFC, Dana White, dan komentator Joe Rogan sebelum duduk.
Trump menyaksikan laga UFC bersama Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk India, Sergio Gor.
Wakil Presiden JD Vance yang memimpin tim perundingan AS mengungkap, selama proses negosiasi di Islamabad, ia terus memberikan informasi kepada Presiden Donald Trump.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Negosiasi Bersejarah Iran-AS di Pakistan Berakhir Tanpa Kesepakatan, Ini Alasannya! | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/662454/negosiasi-bersejarah-iran-as-di-pakistan-berakhir-tanpa-kesepakatan-ini-alasannya-sapa-malam
#as #iran #gencatansenjata #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/662455/negosiasi-as-iran-gagal-wapres-as-jd-vance-sebut-kabar-buruk-lebih-besar-untuk-iran-sapa-malam