KOMPAS.TV - Serangan Israel ke Lebanon dalam beberapa hari terakhir mengancam gencatan senjata yang telah disepakati Amerika Serikat dan Iran.
Merespons aksi Israel tersebut, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu, 8 April lalu.
Penutupan ini disebut sebagai respons Iran atas pelanggaran kesepakatan. Akses terhadap Selat Hormuz kembali menjadi alat tawar utama dalam negosiasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Pertanyaannya, apakah jalur energi strategis ini kini menjadi kunci utama stabilitas global, atau justru berubah menjadi senjata tekanan baru dalam konflik yang semakin meluas?
Simak dialognya bersama Pengamat Timur Tengah UNPAD, Dina Sulaiman.