Kredibilitas Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan global kini berada di titik nadir usai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran resmi diberlakukan. Alih-alih dipandang sebagai pembawa damai, langkah Washington tersebut justru dinilai sebagai pengakuan tersirat atas kegagalan supremasi militer mereka di kawasan Teluk.
The World Street Journal, Kamis (8/4/2026 menyebut para pejabat di negara-negara Arab kawasan Teluk mengatakan gencatan senjata ini tidak hanya soal kelegaan namun ada ketakutan masa depan bahwa Iran yang terluka bisa lebih berbahaya ke depannya dibandingkan sebelum perang dimulai. Kini kawasan Teluk itu harus beradaptasi dalam keadaan "new normal" di mana beradaptasi secepat mungkin mengantisipasi Iran bisa saja lebih kuat dari sebelumnya. Ditambah dengan kenyataan Iran punya kontrol atas Selat Hormuz.
Keputusan Presiden Donald Trump untuk memulai agresi militer sejak Februari 2026 lalu telah menuai kecaman internasional. Namun, pilihan untuk menghentikan serangan lewat gencatan senjata dua minggu ini tidak lantas memperbaiki citra Paman Sam.
Para analis justru menyebut fenomena ini sebagai "Momen Suez"mengingatkan pada kemunduran Inggris pasca-Krisis Suez 1956 yang menandai berakhirnya era kekuatan global mereka.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti Produser: Marvel Dalty