Iran resmi memberlakukan tarif tol di Selat Hormuz. Rute tarif tol akan berlangsung saat kapal melintas di antara dua pulau yakni Larak dan Qeshm yang berada di mulut Selat. Tarif tol itu dikenakan bagi kapal-kapal yang melintasi selat dengan tarif bervariasi hingga 2 juta dollar AS, dan dibayarkan dalam bentuk kripto serta mata uang yuan.
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyebut keputusan itu membuat dunia resmi memasuki era baru di Selat Hormuz. Hal itu diumumkannya dalam tulisan tertulis yang dibacakan penyiar berita televisi nasional Iran, Kamis (9/4/2026).
"Kita sedang memasuki era baru dalam pengelolaan Selat Hormuz. Kami tidak pernah dan tidak akan mencari perang, tetapi kami tidak akan menyerahkan hak-hak kami yang sah dengan cara apa pun, dan untuk itu, kami memandang semua front perlawanan sebagai satu kesatuan," ungkap Mojtaba seperti dibacakan penyiar berita.
Langkah berani Teheran ini dipandang sebagai "senjata" kedaulatan baru sekaligus respons langsung terhadap kegagalan strategi militer yang dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Para analis internasional menilai kebijakan ini merupakan sinyal bahwa AS dan Israel telah gagal total dalam mencapai tujuan perang mereka di tanah Persia. Keberhasilan Iran dalam mendikte aturan main di Teluk menunjukkan kemenangan strategis yang signifikan, bahkan sebelum meja perundingan di Islamabad resmi dimulai.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #SelatHormuz #DonaldTrump #GencatanSenjata
Music: Cavalry - Aakash Gandhi
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/10/074734670/trump-geram-iran-pungut-tarif-tol-di-selat-hormuz-sebut-tak-sesuai?page=all#page2