Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi El Nino yang dapat memicu kemarau lebih kering, panas, dan berisiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan, kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral dalam siklus El Nino Southern Oscillation (ENSO). Namun, indikasi penguatan menuju El Nino mulai terlihat dan perlu diwaspadai.
BMKG memperkirakan peluang munculnya El Nino kategori lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 berada di kisaran 50 hingga 80 persen.
Jika fenomena ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau, dampaknya dapat memperparah kondisi kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.