88 menit sebelum ultimatum serangan besar-besaran Donald Trump, AS dan Iran akhirnya memutuskan gencatan senjata, Rabu (8/4/2026). Sebelumnya Trump memberikan tenggat waktu pukul 20.00 waktu Washington agar Iran membuka Selat Hormuz.
Pukul 18.32 waktu Washington, Trump tiba-tiba menyerukan lewat akun media sosialnya bahwa gencatan senjata dua arah disepakati.
Di balik drama menit-menit terakhir ini, terdapat kerja keras diplomasi tiga kekuatan utama yang mencegah eskalasi menjadi "neraka" di Teheran.
Pakistan menjadi jembatan utama melalui Jenderal Asim Munir, yang menggunakan jaringan militernya selama puluhan tahun untuk menghubungkan Washington dan Teheran. Di saat yang sama, Wakil Presiden AS JD Vance mengambil peran kunci sebagai negosiator yang dipercaya Iran setelah Teheran menolak berurusan dengan utusan Trump lainnya.
Sementara itu, China bergerak senyap memberikan tekanan ekonomi yang menentukan; sebagai pembeli utama minyak Iran, Beijing berhasil membujuk Teheran agar mau mundur dari ambang perang melalui "Rencana Lima Poin".
Seperti apa peran Pakistan, JD Vance, dan China?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Final Boss - Myuu
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #gencatansenjata #irangencatansenjata #iranamerika