Presiden Prabowo Subianto menyoroti ancaman disinformasi di era teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Presiden Prabowo menyatakan perkembangan teknologi digital memungkinkan seseorang menciptakan ribuan akun media sosial, sehingga seolah-olah banyak orang menyuarakan pendapat yang sama. Fenomena ini dikenal sebagai echo chamber.
Selain itu dengan bantuan AI, ribuan akun itu bisa membuat sebuah video dari tokoh publik dengan memanipulasi suara sang tokoh.
Prabowo mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat memanipulasi konten visual maupun suara tokoh publik sehingga terlihat seolah-olah benar terjadi.
Presiden Prabowo menjelaskan pernah melihat video dirinya sedang menyanyi dengan suara bagus di YouTube.