KOMPAS.TV - Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, militer Iran sudah menyiapkan sistem peluncur rudal ganda yang mampu melipatgandakan serangan.
Selama ini Iran hanya menggunakan peluncur tunggal yang hanya membawa satu rudal. Peluncur ganda dapat menembakkan dua rudal secara bersamaan atau secara berurutan dengan cepat, sehingga secara signifikan meningkatkan daya tembak.
Sebelum Amerika dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata, media Iran PressTV melaporkan serangan gelombang ke-99 yang diluncurkan Garda Revolusi Iran (IRGC) menggempur petrokimia AS. Serangan ini juga sebagai ancaman pada Israel yang menyerang sekutu Iran.
Usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dua minggu gencatan senjata ke Iran melalui media sosial, rudal-rudal Iran dilaporkan dicegat di Tel Aviv pada Rabu pagi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, angkatan bersenjata Iran akan menghentikan serangan jika serangan ke negaranya juga dihentikan.
Sedikitnya tiga orang terluka dalam serangan di Tel Sheva, Israel selatan, setelah sebuah rudal Iran diduga jatuh di jalan.
Rumah Sakit Magen David Adom menyatakan telah merawat dua anak laki-laki berusia 15 dan 12 tahun yang terluka akibat ledakan.
Peristiwa ini terjadi usai Trump melalui media sosial Truth Social mengumumkan setuju menangguhkan serangan ke Iran selama dua minggu.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Kemlu RI: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS di https://www.kompas.tv/nasional/661665/kemlu-ri-indonesia-sambut-baik-gencatan-senjata-iran-dan-as
#gencatansenjata #iran #as #israel #perang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/661671/rudal-iran-jatuh-di-jalanan-tel-sheva-israel-3-orang-terluka-kompas-petang