BATU, KOMPAS.TV - Seperti dialami petani sayur di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Tanaman sawi putih yang ditanam dalam beberapa pekan terakhir ini rusak. Sawi yang sudah tumbuh tiba-tiba layu. Menurut petani, sawi yang awalnya sehat langsung layu dan mati.
Ngateno, salah satu petani mengaku, musim hujan juga berdampak pada tanaman sawi yang ia tanam. Biasanya penyemprotan obat pada tanaman akan berakhir sia-sia setelah diguyur hujan. Selain penyakit yang tiba-tiba menyerang, harga jual sawi di pasar juga rendah, yakni sekitar Rp 3500, juga dikeluhkan oleh petani.
Ngateno menambahkan, sawi yang ia tanam saat ini merupakan tanaman kedua yang ia tanam, karena sebelumnya dirinya gagal panen akibat penyakit yang menyerang.
"Bisa layu-layu kena akar pentol, harganya ga seberapa mahal, ga sampe Rp 4000, kalo harga normal ya Rp 5000 sampai Rp 6000.
Petani menambahkan, jika sudah terserang penyakit, hasil panen sawi dipastikan berkurang hingga separuh. Jika biasanya Ngateno bisa menghasilkan 2,5 kwintal, kini hanya menjadi 1 kwintal.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/661644/tanaman-sawi-milik-petani-rusak-hasil-panen-merosot-harga-jual-anjlok