KOMPAS.TV - Batas waktu ultimatum Presiden AS, Donald Trump tinggal menunggu beberapa jam.
Tenggat yang dilontarkan Trump adalah agar Iran membuka kembali Selat Hormuz serta menyetujui sejumlah kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Jika hal itu tidak dilakukan, Trump mengancam akan menyerang Iran dengan skala serangan yang lebih besar.
Pada 5 April lalu, atau satu hari sebelum tenggat ultimatum, Trump mengumumkan perpanjangan waktu melalui akun media sosialnya, Truth Social.
Trump menuliskan bahwa Selasa akan menjadi “hari pembangkit listrik dan hari jembatan” di Iran, yang mengisyaratkan potensi serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi.
Trump juga mengancam Iran dengan pernyataan keras agar membuka Selat Hormuz atau menghadapi konsekuensi besar.
Ia kemudian memperjelas tenggat waktu pada unggahan berikutnya, yakni Selasa pukul 20.00 waktu AS bagian timur, atau Rabu WIB.
Trump menyebut Iran memasuki periode kritis menjelang batas waktu tersebut. Ia kembali menegaskan ancaman bahwa Iran akan “kembali ke zaman batu” jika tidak memenuhi tuntutan untuk membuka Selat Hormuz.
Sebelumnya, pada 26 Maret, Trump sempat menunda tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, dari 26 Maret menjadi 6 April.
Ultimatum tersebut kembali ditegaskan melalui media sosial pada 4 April, dengan peringatan bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau membuka jalur pelayaran utama hampir habis.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Iran, Reza Salehi Amiri, menyebut Trump sebagai sosok yang tidak stabil dan delusional.
Ia menambahkan, masyarakat Iran menilai pernyataan Trump kontradiktif dan tidak mencerminkan keseimbangan sikap.
Menurutnya, Selat Hormuz selalu terbuka untuk dunia, namun tertutup bagi musuh Iran.
Trump membalas kritik tersebut dengan menyatakan tidak peduli terhadap pihak yang mempertanyakan kondisi mentalnya.
Ia bahkan menyebut dunia membutuhkan lebih banyak sosok seperti dirinya agar AS tidak dirugikan dalam perdagangan global.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/661451/abaikan-ultimatum-trump-iran-terus-lancarkan-serangan-rudal-dan-hadapi-as-sapa-malam