:

Kedelai Mahal, Perajin Keripik Tempe Kesusahan Naikkan Harga

3 minggu lalu

MALANG, KOMPAS.TV - Di sentra industri keripik tempe Sanan, kedelai menjadi bahan baku utama dalam pembuatan oleh-oleh khas Malang. Naiknya harga kedelai sejak beberapa pekan lalu membuat para perajin tempe dan keripik tempe kebingungan. Dengan harga kedelai Rp 10.600, perajin harus mencari cara agar tetap produksi.

Yanti, salah satu perajin keripik tempe mengaku, kenaikan tidak hanya terjadi pada kedelai namun juga minyak goreng. Sebagai perajin, dirinya mengaku kesulitan jika harus menaikkan harga jual keripik tempe. Sebagai solusi, Yanti berencana memperkecil kemasan keripik tempe yang ia produksi. Saat ini harga jual keripik tempe untuk kemasan kecil lima ribu rupiah per bungkus.

"Masih nego sama pelanggan, mungkin nanti kemasannya dikecilkan, jadi harganya tidak naik," Kata Yanti. 

Dalam beberapa pekan terakhir, harga kedelai di pasaran terus naik. Jika sebelumnya harga kedelai impor Rp 9.800 per kilogram, kini naik menjadi Rp 10.600 per kilogram. Menurut perajin, kenaikan harga kedelai terjadi sejak meletusnya perang Iran melawan Israel Amerika.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/661436/kedelai-mahal-perajin-keripik-tempe-kesusahan-naikkan-harga

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke