Warga Iran bereaksi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas sipil di Teheran, jika Selat Hormuz tak dibuka hingga Selasa (7/4/2026) waktu Teheran.
Warga turun ke jalan menyuarakan kecaman terhadap serangan AS dan Israel, dan meyakini Iran akan membalas kerugian imbas perang yang terjadi.
"Dan kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, tetapi kami adalah pihak yang akan mengakhiri perang ini, dan Trump akan masuk neraka, dan inilah neraka yang sesungguhnya," ungkap Zainab Andars, salah seorang warga iran yang turun ke Jalan, Senin (6/4/2026).
Pelajar dan dokter pun turun ke jalan menyuarakan kecaman imbas serangan AS dan Israel yang menargetkan perusahaan farmasi, rumah sakit, kampus, dan sekolah.
"Ketika saya melihat para profesor saya, ketika saya melihat teman-teman saya, mereka semua berada di jalanan dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan negara kita, dan saya rasa, hidup sedikit lebih mudah daripada sebelumnya. Maksud saya, sebelum hari-hari awal perang," ungkap Zinat Tokhtamesh, mahasiswi di Iran.
Hingga saat ini, data mencatat lebih dari 1.900 orang telah tewas sejak perang meletus pada 28 Februari lalu, memicu duka nasional yang mendalam sekaligus memperkuat tekad warga untuk menentukan nasib negara mereka sendiri tanpa dikte dari Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: AFPTV
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AS #Israel #WargaIran #MiliterAS #PerangIran