Amerika Serikat kini dalam krisis produksi ulang senjata dan amunisi usai dikuras Iran dalam perang yang berlangsung satu bulan sejak pecah pada 28 Februari 2026.
Perang berkepanjangan membuat AS kekurangan senjata, dan diduga bakal menguras stok cadangannya. Sialnya, Amerika Serikat dikabarkan mengalami kekurangan tungsten, logam murni yang digunakan sebagai bahan pembuatan senjata, rudal hingga komponen jet tempur dan helikopter AS.
Dan satu-satunya negara yang memiliki stok logam itu adalah China. Itu artinya pelan tapi pasti kekuatan AS bisa untuk pulihkan stok kekuatan militernya tergantung pada sejauh mana China mengizinkan logam itu dijual. Amerika memang sedang menjajaki kesepakatan dengan Kazakhtan, namun itu untuk mendapatkan logam itu tidaklah mudah. Amerika diperkirakan waktu panjang hingga 10 tahun.
Meskipun Presiden Donald Trump terus melontarkan retorika untuk menciptakan "neraka" bagi Teheran, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Iran secara perlahan justru berhasil menguras cadangan senjata dan peluru pasukan Paman Sam melalui pertempuran tanpa jeda yang menguras energi dan logistik.
Lantas, seberapa fatal ketergantungan AS pada logam tungsten dalam jangka panjang? Sejauh mana peran China sebagai aktor kunci dapat menentukan kekalahan atau kemenangan Amerika Serikat dalam konflik berkepanjangan di tanah Persia ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #China #Tungsten #MiliterAS #PerangIran
Music: Mission - Anno Domini Beats
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/04/07/075304170/perang-masih-berlanjut-iran-tolak-proposal-gencatan-senjata-45-hari