:

JK “Warning” Pemerintah, Subsidi Besar Bikin Utang Menumpuk

15 jam lalu

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pengurangan subsidi guna menekan imbas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.

"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga dan itu sudah banyak dilakukan di berbagai negara," ujar JK di Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

JK menilai langkah pemerintah menahan harga agar tidak naik dengan cara menggelontorkan subsidi yang besar justru merupakan hal yang membahayakan perekonomian.

Iya betul, tidak dinaikkan bagus tetapi utang menumpuk, dengan subsidi yang besar. Itu yang paling bahaya untuk kita semua, ucap JK.

Terkait potensi adanya penolakan atau protes dari masyarakat jika subsidi dikurangi, JK menyadari hal tersebut. Namun, dia menekankan bahwa pengguna bahan bakar minyak (BBM) terbanyak adalah pemilik mobil yang secara ekonomi tergolong masyarakat mampu.

Ya pasti sementara ada protes, tapi ingat yang paling banyak memakai BBM ya mobil. Yang punya mobil itu pertama dia lebih mampu, jadi naik 20-30 persen itu bagi mereka tentu biasa saja. Kalau motor tentu bisa diatur, kata JK.


Simak selengkapnya dalam berikut ini.

Penulis: Siti Laela Malhikmah

Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah

Video Editor: Siti Laela Malhikmah

Produser: Dandy Bayu Bramasta


#JK #JusufKalla #Energi #TimurTengah #PerangIsrael #News #vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke