:

[FULL] Julius Ibrani & Aryanto Sutadi soal Maraknya Kasus Teror Air Keras, Siapa Tanggung Jawab?

9 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hampir tiga pekan sejak penyerangan dengan air keras, aktivis KontraS, Andrie Yunus, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut Andrie Yunus terancam cacat atau buta permanen.

KontraS pun meminta agar Komisi III DPR dan polisi memperketat regulasi peredaran air keras, karena saat ini banyak aktivis dan warga sipil yang mendapat ancaman akan menjadi target penyiraman air keras.

Salah satu aktivis yang juga Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, turut mendapat ancaman teror penyiraman air keras melalui pesan di media sosialnya.

Dalam pesan tersebut, pelaku menuliskan Bhima masuk dalam “top ten” yang akan menjadi korban penyiraman. Ancaman ini bahkan tidak hanya diarahkan kepada Bhima, tetapi juga keluarganya.

Sementara itu, di Bangka Selatan, seorang aktivis, M. Rosidi, juga menjadi korban penyiraman air keras pada 17 Februari lalu.

Rosidi dikenal lantang bersuara terkait sejumlah masalah hukum, terutama dugaan mafia tambang.

Namun hingga kini, polisi belum mendapatkan identitas pelaku sehingga belum dapat melakukan penangkapan.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku penyiraman air keras terhadap seorang warga di Perumahan Bumi Sani, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Bekasi.

Dua pelaku berperan sebagai eksekutor penyiraman, dan satu pelaku sebagai otak yang merencanakan aksi.

Berdasarkan penyidikan, motif penyiraman air keras dilatarbelakangi dendam salah satu pelaku terhadap korban.

Banyaknya kasus penyiraman air keras yang menimbulkan korban dengan luka bakar parah membuat desakan untuk menertibkan peredaran air keras, serta mendorong regulasi pendistribusian dan jual belinya.

Untuk membahas hal ini, telah hadir Ketua Badan Pengurus Indonesia Risk Centre, Julius Ibrani, dan Staf Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! 

Baca Juga Pelimpahan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras ke Puspom TNI Picu Kritik Koalisi Sipil | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/660176/pelimpahan-kasus-penyiraman-aktivis-kontras-ke-puspom-tni-picu-kritik-koalisi-sipil-kompas-malam

#kontras #penyiramanairkeras #aktivis #andrieyunus

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660952/full-julius-ibrani-aryanto-sutadi-soal-maraknya-kasus-teror-air-keras-siapa-tanggung-jawab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke