JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Senior INDEF, Aviliani, mengatakan kelas menengah menjadi kelompok paling tertekan karena tidak mendapatkan subsidi, namun juga belum tergolong kelompok mampu.
Padahal, kelompok ini memiliki peran penting dalam mendorong konsumsi nasional.
Dengan jumlah mencapai sekitar 70 juta orang, tekanan terhadap kelas menengah dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi.
Di sisi lain, Aviliani menilai pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan anggaran dan mengalihkan fokus pada program yang mampu menjaga daya beli masyarakat.
Ia juga mendorong agar belanja negara lebih diarahkan pada kebutuhan jangka pendek masyarakat.
Menurutnya, ada beberapa langkah baik untuk mengevaluasi berbagai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang sebenarnya belum perlu saat ini.
“Anggaran ketahanan misalnya, apakah sudah perlu sekarang bisa disubsidikan ke sana? MBG apakah perlu sebesar itu? Saya rasa perlu dievaluasi,” ungkapnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU
#iran #USA #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/660835/kelas-menengah-terjepit-indef-sudah-sulit-sebelum-perang-kini-kian-tertekan-rosi