Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 akan panjang, lebih panas dan kering akibat potensi munculnya fenomena El Nino di bulan Juni.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Rizky Yudha Pahlawan menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan dinamika iklim global terbaru, fenomena El Nino kategori lemah mulai aktif pada semester kedua tahun ini, tepatnya sekitar Juli 2026.
Fenomena El Nino ini merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia. Dampaknya, curah hujan cenderung menurun, sementara suhu udara meningkat.
BMKG mengingatkan kondisi ini berpotensi memperkuat musim kemarau 2026 yang sebelumnya juga diprediksi datang lebih awal dari biasanya.
Dengan kombinasi tersebut, risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia perlu diantisipasi sejak dini.