Pemerintah mulai melakukan penyesuaian dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakin dengan mengoptimalkan distribusi makanan menjadi lima hari dalam sepekan, atau saat siswa masuk sekolah.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan ini sebagai bagian dari strategi efisiensi pengelolaan program nasional.
Langkah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun.
Menurut Airlangga, skema baru program MBG adalah fokus efisiensi dan ketepatan sasaran.
Optimalisasi program dilakukan dengan menyediakan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, khususnya untuk anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat utama.
Namun, sambung Airlangga, kebijakan ini tidak berlaku secara menyeluruh.
Pemerintah memberikan pengecualian untuk beberapa wilayah tertentu, seperti daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah dengan tingkat stunting tinggi, serta kawasan berbasis asrama.