Inggris mengumpulkan 40 negara untuk membahas upaya membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang terganggu akibat perang AS dan Israel melawan Iran. Dalam forum tersebut, Inggris menuduh Iran menjadikan ekonomi dunia, sebagai sandera akibat terhambatnya arus perdagangan global.
Pertemuan virtual ini digelar Inggris tanpa kehadiran Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pengamanan Selat Hormuz bukanlah tanggung jawab negaranya. Trump juga mengancam sekutu Eropa yang dinilai tidak mendukung perang AS di Iran, serta kembali mengancam akan menarik diri dari NATO.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, yang memimpin pertemuan tersebut, menegaskan bahwa pembahasan difokuskan pada langkah politik dan diplomatik, bukan militer. Ia menyebut forum ini sebagai bentuk tekad bersama komunitas internasional, untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Global #Konflik #Dailynews #Iran #AmerikaSerikat #Israel #Inggris #SelatHormuz
Music: Dark Alley Deals - Aaron Kenny