KOMPAS.TV - Perang Iran dengan AS dan Israel terus memanas. Konflik memasuki babak baru, yaitu dari serangan udara kini eskalasi mulai bergeser ke potensi perang darat.
Kepala Lab 45, Jaleswari Pramodhawardani, menilai konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memasuki fase yang tidak lagi dapat diprediksi.
Sementara itu, Ekonom Senior INDEF, Aviliani, menekankan bahwa dampak perang kali ini jauh lebih luas dibandingkan konflik Rusia-Ukraina.
Ia menjelaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen perdagangan global, sehingga gangguan di wilayah tersebut akan berdampak besar terhadap energi dan rantai pasok dunia.
Baca Juga Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS-Israel, Mau Perang Berhenti Total | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/660601/iran-tolak-gencatan-senjata-dengan-as-israel-mau-perang-berhenti-total-berut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/660629/perang-iran-vs-israel-as-meluas-ekonom-ingatkan-risiko-krisis-ekonomi-dini-rosi