Penutupan Selat Hormuz oleh Iran terbukti menjadi strategi jitu yang tidak hanya mengguncang pasar energi, tetapi juga memicu keretakan hebat di internal NATO.
Presiden Donald Trump, yang frustrasi karena permintaan bantuannya diabaikan oleh sekutu seperti Perancis, Jerman, Spanyol dan Polandia. Trump pun terus mengubah narasi sebanyak enam kali dalam sebulan yang ditujukan kepada NATO imbas tekanan Iran di Selat Hormuz.
Mulai dari ajakan kooperatif, pamer kekuatan, hingga melontarkan makian "pengecut" dan mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari NATO.
Ketidaksediaan NATO dipicu oleh absennya konsultasi strategis dari AS sejak awal perang serta batasan doktrin aliansi yang tidak dirancang untuk operasi ofensif di Teluk Persia. Meski Trump terus menggertak untuk hengkang, ia terbentur hambatan hukum di Kongres yang mewajibkan persetujuan Senat untuk keluar dari aliansi.
Pada akhirnya, ego Trump dan perpecahan aliansi ini menjadi instrumen propaganda yang menguntungkan bagi Iran, sementara stabilitas keamanan global di Eropa dan Timur Tengah kini berada di titik nadir akibat ketidakpastian komitmen Amerika Serikat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #iranvsamerika #perangiran #amerika #donaldtrump