KOMPAS.TV - Misi perdamaian di Lebanon berujung duka. Tiga prajurit TNI penjaga perdamaian gugur saat Israel menyerang Lebanon Selatan.
Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi dan mengungkap pihak di balik serangan mematikan tersebut.
Suasana duka masih terasa di rumah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan. Para pelayat silih berganti datang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ungkapan duka cita juga terus berdatangan ke rumah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Kendal, Cimahi Utara, Kota Cimahi. Di mata keluarga, Kapten Zulmi dikenal sebagai sosok anak yang membanggakan.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan Presiden Prabowo Subianto atas gugurnya tiga prajurit TNI.
Melalui akun Instagramnya, Presiden menyampaikan duka cita atas gugurnya Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah.
Panglima TNI memastikan prajurit yang gugur akan segera dipulangkan dan diberikan hak-haknya, mulai dari kenaikan pangkat luar biasa, asuransi Asabri senilai 350 juta rupiah, hingga beasiswa pendidikan bagi anak yang ditinggalkan.
PBB mengutuk keras serangan mematikan dalam dua hari berturut-turut terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, menyampaikan duka dan kemarahannya. Ia menuntut PBB menginvestigasi insiden tewasnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
PBB kini tengah menyelidiki dua peristiwa serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL berjanji akan transparan terhadap hasil investigasi dan menindak pihak mana pun yang terbukti bertanggung jawab.
Sementara itu, Israel membantah melakukan serangan yang menewaskan tiga pasukan perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon Selatan.
Israel menuding kelompok Hizbullah sebagai pihak yang melakukan serangan secara sengaja untuk membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target perang. Serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan kejahatan perang dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, serta tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Untuk membahasnya, telah bersama kami Aisha Kusumasoemantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga [FULL] Pengamat Timteng soal Maju Mundur Akhiri Perang dengan Iran, Trump Gamang? | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/660377/full-pengamat-timteng-soal-maju-mundur-akhiri-perang-dengan-iran-trump-gamang-kompas-malam
#timurtengah #tnigugur #tni #unifil #perang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/660379/full-peneliti-soal-sikap-indonesia-kawal-investigasi-serangan-yang-tewaskan-3-tni-di-lebanon