Pasokan minyak dunia dilaporkan turun drastis hingga 12 juta barel per hari akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dampaknya sudah mulai terasa di Asia dan diperkirakan akan menjalar ke Eropa dalam waktu dekat.
Kepala International Energy Agency (IEA), Fatih Birol menyebut gangguan pasokan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern.
Ia menilai kondisi pada April 2026 diprediksi akan dua kali lebih buruk dibandingkan bulan sebelumnya.