Amerika Serikat bisa jadi membutuhkan sumber daya China untuk memenuhi lagi produksi kekuatan militer yang terkuras dalam perang menghadapi Iran.
Perang selama satu bulan melawan Iran telah menguras gudang senjata Amerika Serikat hingga berada pada level kritis yang dikenal dengan istilah "winchester". Penggunaan alutsista canggih yang masif, seperti habisnya sepertiga persediaan rudal THAAD, penembakan ratusan rudal Tomahawk, hingga hancurnya aset-aset mahal seperti pesawat AWACS dan jet tempur F-15E, telah menimbulkan kerugian material mencapai 2,9 miliar dolar AS hanya dalam tiga minggu pertama.
Ironisnya, untuk bangkit dan memproduksi ulang senjata-senjata tersebut, Amerika Serikat kini terjebak dalam ketergantungan fatal pada rival utamanya, China, yang memegang kendali penuh atas pasokan logam tanah jarang.
Dengan stok material langka yang hanya cukup untuk dua bulan, posisi adidaya militer AS kini berada di ujung tanduk, di mana keberlanjutan kekuatan tempur mereka tidak lagi ditentukan oleh Pentagon, melainkan oleh keputusan Beijing untuk membuka atau menutup keran pasokan mineral vital tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #iranamerika #iranvsamerika #perangiran