Dunia kini seakan bergantung pada Selat Hormuz. Dan Iran punya cara menekan situasi kian rumit, mulai dari narasi yang menciptakan sentimen pasar, hingga menyerang titik-titik yang bisa jadi jalan tikus negara-negara teluk mengirimkan minyak keluar kawasan. Hal ini membuat negara-negara tersebut dan dunia kembali bergantung ke Selat sempit itu.
Dalam hal perang narasi, Iran punya sosok yang kini seakan menjadi anti-tesis ucapan Trump yang selalu dinanti pasar global. Aljazeera menyebut Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf kini tampil layaknya analis keuangan di media sosial. Perannya, mengikis kredibilitas Washington dan mengeksploitasi ketergantungan Trump pada stabilitas pasar dengan pesan-pesan yang memicu volatilitas.
Aljazeera mengungkap di tengah dominasi Donald Trump dalam mengendalikan sentimen pasar global, Iran kini meluncurkan strategi perlawanan asimetris yang memadukan perang narasi dengan tekanan fisik yang sistematis. Setiap cuitan Ghalibaf dinilai bisa memberikan sentimen terhadap pasar global.
Iran juga secara konkret mulai memutus jalur distribusi minyak alternatif dengan menyerang infrastruktur di Fujairah, mengancam keamanan Laut Merah melalui proksi Houthi, hingga merancang undang-undang tarif tol di Selat Hormuz yang wajib dibayar dengan mata uang Rial.
Strategi "matematika perang" ini secara efektif menjebak Amerika Serikat dalam situasi tanpa jalan keluar, di mana setiap narasi agresif Trump justru berbalik menjadi senjata bagi Iran untuk mencekik pasokan energi dan ekonomi dunia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Video Game Soldiers - Twin Musicom
#global #konflik ##kompascomlab #iran #amerika #perangiran #iranvsamerika #selathormuz #trump