Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia pada periode 1-7 April 2026.
Fenomena ini dapat memicu hujan lebat, petir, hingga gangguan penerbangan yang dapat menggangu perjalanan.
BMKG menjelaskan, awan Cb merupakan awan konvektif yang identik dengan cuaca ekstrem. Awan ini dapat menghasilkan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat, disertai kilat atau petir, angin kencang, bahkan badai guntur.
Dalam dunia penerbangan, awan Cb juga dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab turbulensi dan gangguan saat pesawat lepas landas maupun mendarat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus tertinggi atau kategori Frequent (cakupan lebih dari 75 persen) berada di Jambi dan Sumatera Barat.
Artinya, peluang terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut cukup sering dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.