KULON PROGO, KOMPAS.TV - Kepergian Praka Farizal Rhomadhon, prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon, menjadi pukulan berat bagi keluarga di Kulon Progo. Anak bungsu dari dua bersaudara ini dikenang orang tuanya sebagai sosok yang baik.
Praka Farizal mengabdikan dirinya sebagai tentara sejak 2016. Ia tidak pernah lupa untuk menyempatkan diri berbagi kabar kepada ibundanya. Namun, intensitas komunikasi itu berkurang ketika konflik di Lebanon memanas.
Sementara itu, untuk pemakaman masih menunggu pemulangan jenazah yang dijadwalkan pada Rabu atau Kamis.
Sekretaris Jenderal United Nations, Antonio Guterres, mengutuk serangan Israel di dekat markas besar United Nations Interim Force in Lebanon di Naqoura yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian.
Pernyataan Guterres disampaikan dalam konferensi pers selama ASEAN Summit di Vientiane pada hari Jumat.
Guterres juga menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar hukum humaniter internasional. Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian harus dilindungi oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik. Insiden ini dinilai tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh terulang.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Tentara Israel Tewas Ditembak Hizbullah dalam Pertempuran di Lebanon Selatan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/660082/tentara-israel-tewas-ditembak-hizbullah-dalam-pertempuran-di-lebanon-selatan-kompas-petang
#tni #lebanon #unifil #tnitewas #israel
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/660085/keluarga-menanti-pemulangan-jenazah-praka-farizal-prajurit-tni-yang-gugur-di-lebanon