Selat Hormuz kini jadi titik paling panas di dunia pasca jalur pelayaran sempit ini secara efektif ditutup oleh Iran sehingga menyebabkan kekacauan luar biasa di pasar minyak global.
Ancaman dan serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker yang berlayar meningkatkan risiko sehingga lalu lintas di jalur yang menyumbang 20 persen pasokan minyak dan gas ini nyaris berhenti total.
Di tengah krisis yang memburuk, Presiden AS Donald Trump mencoba bermain di dua sisi, menggembar-gemborkan diplomasi sambil mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Lantas, mengapa negara adidaya sekelas AS dipaksa bermain hati-hati?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Katarina Astriyani Setyaningsih Produser: Dandy Bayu Bramasta