:

Presiden Filipina Deklarasikan Darurat Energi Nasional, Pasokan BBM Tersisa 45 Hari

1 minggu lalu

Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional.

Keputusan tersebut sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah, yang dikhawatirkan mengganggu pasokan energi global dan memicu lonjakan harga bahan bakar.

Marcos menjelaskan situasi energi Filipina terancam bahaya akibat dampak perang Iran dengan AS-Israel. Hal ini membuat pemerintah menerapkan kebijakan responsif dan terkoordinasi dengan penetapan status darurat tersebut.

Presiden Filipina mengakui pasokan energi dalam kondisi kritis sehingga deklarasi darurat diperlukan.
 

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke